KETAKUTAN
Kita seringkali melihat dunia luar dari lubang-lubang dinding kecil pada benteng yang tidak berani kita robohkan. Paksa dirimu keluar dari benteng-benteng pembatas yang dibangun oleh dirimu sendiri. Benteng-benteng ketakutan. Takut dengan resiko,takut di cemooh orang lain, takut salah, takut di kritik, takut… takut… takut sehingga tanpa kita sadari potensi kita terbunuh oleh ketakutan-ketakutan yang kita bangun sendiri….perhatikan! bukanlah langkah pertama ketika kita berjalan waktu kecil penuh mengandung resiko? Berapa kali anda jatuh ketika ketika belajar naik sepeda? Takutkah pada saat itu? Begitulah konsekuensinya kalau kita ingin maju…kita harus siapme;awan ketakutan-ketakutan itu, kita harus siap sakit,siap di tertawakan,siap dianggap gila karena tidak seperti biasanya, siap jatuh, siap berkeringat, dan siap…siap…siap akan konsekuensi-konsekuensinya. Begitulah syarat kalau ingin maju! Itu hukum alam… tidak bias ditawar… Suatu perjalanan pasti dimulai dari langkah pertama… jatuh bangun adalah hal yang biasa. Namun disaat ketika disaat jatuh kemudian bangunadalah hal yang luar biasa. Dan ketika jatuh dan tidak bangun berarti kita sedang binasa. Kemudian akhirnya kita bias melihat secara utuh potensi kita, dan mampu merobohkan dinding benteng ketakutan tersebut sehingga batas antara antara dunia luar dan dalam tidak ada lagi. Dan jadilah kita manusia yang
MERDEKA…

















0 komentar:
Poskan Komentar