KOMITMEN
Komitmen akan rapuh jika dibuat pada saat orang mengalami “pinjaman-transfer-pengkondisian” orang lain. Artinya dorongan dalam melakukan komitmen bukan murni dari dalam dirinya sendiri. Namun tercemari oleh suatu keinginan-keinginan yang tidak perlu. Misalnya : saya akan mulai membaca kalau dipaksa orang lain, saya akan bekerja bila dilihat orang lain, Ah malas ah yang lain tidak melakukan, dll. Kita seakan seperti kapal tanpa jangkar terombang-ambing oleh angina dan gelombang, menyerah pada angin kemana ia membawa. Pribadi yang kuat tidak mudah terbawa angin kemana ia meniup dan kemana ombak menerjang. Kalau dia bilang “A” apapun yang terjadi dia harus melakukan “A” tersebut. Sehingga komitmen akan kuat bertahan bila muncul dari dalam hatinya.dengan keontentikan (murni / asli) dari diri yang diolah sendiri berdasarkan kebutuhan, tugas penciptaan manusia / nilai hidup, kesadaran dan niat kepada Tuhan demi kesejahteraan manusia bersama.

















0 komentar:
Poskan Komentar